Being deeply loved by someone gives you strength. While loving someone deeply gives you courage.

Dicintai dengan dalam oleh seseorang, memberimu kekuatan. Sementara mencintai seseorang dengan sangat dalam memberimu keberanian.

Pernahkah sahabat merasakan dahsyatnya cinta?  Mungkin sebagian merasakan cinta mempunyai kekuatan untuk menghadapi tantangan. Cinta menjadikan pengorbanan kepada yang dicintai. Tetapi tahukah sahabat,  hakikat cinta?

Cinta yang dimaksud adalah yang timbul dari hati, tidak tercampur dengan nafsu duniawi, tidak lahir dari syahwat. Tapi yang lahir dari Sang Maha Cinta.

Cinta Allah Swt itu adalah cinta yang tidak terbatas. Hakikat dan besarnya tidak bisa disamakan dengan kasih sayang makhluknya. Allah SWT berfirman, وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ”Rahmat (kasih sayang)-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS. al-A’raf : 156)

Untuk memberikan gambaran kepada umat tentang kasih sayang Allah, Rasulullah mengibaratkan kalau kasih sayang Allah itu berjumlah seratus, yang sembilan puluh sembilan disimpan dan satu bagian lagi dibagi-bagi. Yang satu bagian bisa mencukupi seluruh kebutuhan makhluk. Hal ini menunjukkan betapa luasnya cinta Allah.

Subhanallah, baru satu persen dari rahmat Allah Swt yang telah turun. Bila yang satu bagian saja sudah tidak terhingga oleh kita, maka bagaimanakah yang 99 bagian lainnya. 99 persen sisa rahmat Allah Swt itu akan diberikan Allah Swt bagi orang orang yang beriman di akhirat nanti . Itulah surga dengan segala kenikmatannya yang dijanjikan Allah Swt.
Sahabat, pernahkah mendengar hadits Rasulullah Saw. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Swt memiliki 100 rahmat (nikmat) satu rahmat dari padanya diturunkan Nya dan dibagi-bagi diantara jin, manusia, hewan-hewan besar dan kecil. Dengan rahmat yang satu itu, semua makhluk tersebut. Saling sayang menyayangi dan kasih mengasihi. Dengan rahmat yang satu itulah seekor keledai liar menyayangi anaknya. Adapun rahmat yang 99 lagi disediakan Allah Swt buat kehidupan di akhirat. Dengan rahmat yang 99 itulah Allah Swt akan mengasihi hambaNya pada hari kiamat”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat yang lain Rasulullah Saw bersabda : Dari Abu Hurairah ra berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: ”Allah menjadikan rahmat 100 bagian, 99 bagian Allah tahan dan Allah turunkan ke bumi satu bagian. Satu bagian itulah yang menyebabkan sesama mahluk saling menyayangi sampai kuda mengangkat telapak kakinya dari anaknya khawatir mengenainya.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Ya,  ternyata hakikat cinta yang kita rasakan adalah refleksi cinta Allah yang 1%. Dan betapa agungnya kekuatan cinta yang didasari cinta kepada Sang Maha Cinta. 1% yang kita rasakan di dunia, 99% nanti di sisi-Nya. Masihkah kita menangisi yang 1%?

Ketika kita mencintai seseorang karena Sang Maha Cinta maka akan lahir rasa tak ingin menyakiti hati,  baik lahir maupun batin. Ingin membahagiakan dan memberikan yang terbaik baginya. Tak ingin menjadikannya terjatuh dalam jurang kenistaan. Yang terpenting dengan mencintainya Anda akan semakin dekat dengan-Nya dan semakin taqwa.  Adakah cinta makhluk  yang membawa kepada cinta Sang Khaliq?

Semoga Anda mendapatkan cinta.  Silakan komentar jika Anda telah menemukannya.

Salam Insan Kamil,

# Insan Kamil Lovers